Peraturan

Kewajiban Pencantuman Label Produk/ Kemasan Dalam Bahasa Indonesia

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 73/M-DG/PER/9/2015 tentang Kewajiban Pencantuman Label dalam Bahasa Indonesia, Pasal 2 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa produsen atau pelaku usaha yang mengimpor barang yang untuk diperdagangkan/ diperjualbelikan di dalam negeri (Indonesia) wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia. Label yang dimaksud adalah label kemasan yang mencantumkan informasi keterangan mengenai produk, pelaku usaha, dan informasi lainnya dalam bentuk embos (tercetak), ditempel/ melekat secara utuh pada produk, dan disertakan/ dimasukan ke dalam barang/ kemasan produk. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam pencantuman label harus jelas, mudah dibaca, dan mudah dimengerti. Penggunaan bahasa, angka, dan huruf selain Bahasa Indonesia boleh digunakan jika tidak dapat dijelaskan/ diartikan dalam Bahasa Indonesia agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran.

Pada Pasal 5 ayat (1) dikatakan bahwa penjelasan label dalam Bahasa Indonesia pada produk , yaitu:

  1. Cara penggunaan produk
  2. Simbol bahaya/ tanda peringatan pada produk (diharuskan jelas dan mudah dimengerti)

Selain itu, penjelasan dalam label harus memuat identitas pelaku usaha. untuk barang yang diproduksi dan di pasarkan di dalam negeri wajib mencantumkan nama dan alamat produsen. Jika barang asal impor yang di pasarkan di Indonesia wajib mencantumkan nama dan alamat importir sedangkan untuk barang hasil produksi pelaku usaha mikro dan usaha kecil yang dikumpulkan dan diperdagangkan maka perlu mencantumkan nama dan alamat pedagang pengumpul.

Pelaku usaha harus mencantumkan informasi label dalam Bahasa Indonesia secara lengkap dan benar serta tidak menyesatkan konsumen.

Barang/ produk yang tidak wajib untuk mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia pada Pasal 8 adalah barang curah yang dikemasa dan diperdagangkan secara langsung dihadapan konsumen serta barang yang diproduksi oleh pelaku usaha mikro dan usaha kecil.

Produsen, importir, dan pedagang pengumpul yang tidak memenuhi ketentuan pencantuman label dalam Bahasa Indonesia maka akan dilakukan penarikan produk / pencabutan izin usaha atas perintah Menteri kepada Direktur Jenderal yang menangani bidang perlindungan konsumen. Jika produsen, importir, atau pedagang pengumpul ingin memperdagangkan kembali produk tersebut maka harus memenuhi kewajiban pencantuman label dalam Bahasa Indonesia yang telah dijelaskan di atas.

Referensi

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 73/M-DG/PER/9/2015 tentang Kewajiban Pencantuman Label dalam Bahasa Indonesia

Advertisements

One thought on “Kewajiban Pencantuman Label Produk/ Kemasan Dalam Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s