Catatan

Pangan Fungsional

Dapatkah semua makanan bersifat fungsional?

Tidak. Makanan dapat dikatakan bersifat fungsional jika makanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Jadi jika bahan makanan yang tidak dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya maka bahan makanan tersebut tidak termasuk makanan fungsional.

Apakah makanan fungsional dapat menggantikan fungsi utama makanan?

Tidak. Makanan fungsional masih belum dapat menggantikan fungsi utama makanan. Fungsi utama makanan yaitu mendapatkan nutrisi untuk keberlangsungan hidup kita (manusia) sedangkan makanan fungsional lebih berfungsi untuk pengurangan risiko penyakit atau mencegah penyakit seperti menurunkan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol, dan lain sebagainya.

Apa perbedaan antara pangan fungsional dengan nutraceutical dan suplemen ditinjau dari berbagai aspek?

  1. Segi bentuk

Pangan fungsional   : bentuknya layaknya makanan maupun minuman pada dasarnya.

Nutraceutical/Suplemen : bentuknya kapsul, tablet, pil ataupun bubuk.

  1. Segi kadar (dosis) pengonsumsian

Pangan fungsional   : dikonsumsi bebas seperti makanan dan minuman pada umumnya tanpa adanya dosis tertentu.

Nutraceutical/Suplemen : dikonsumsi dengan dosis atau kadar tertentu.

  1. Segi manfaat

Pangan fungsional   : fungsi tersier (fisiologis) untuk menurunkan resiko penyakit atau mencegah penyakit.

Nutraceutical/Suplemen : untuk menambah zat gizi.

  1. Segi konsumen (siapa yang mengonsumsi)

Pangan fungsional   : untuk siapa saja.

Nutraceutical/Suplemen : untuk yang membutuhkan tambahan gizi.

Apakah makanan fungsional dapat menimbulkan efek seperti alergi, mengantuk dan interaksi dengan obat?

Masih ada kemungkinan makanan fungsional dapat menimbulkan efek seperti alergi, mengantuk, dan interaksi dengan obat dikarenakan makanan fungsional yang kita konsumsi masih termasuk ke dalam benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga jika tubuh tidak bisa menerima (menolak) zat-zat yang terkandung di dalam makanan fungsional tersebut maka akan ada reaksi dari tubuh sebagai tanda tubuh kita menolak zat tersebut seperti alergi, mengantuk, dan interaksi dengan obat.

Apakah makanan fungsional dapat menggantikan obat-obatan yang memiliki resep?

Tidak. Makanan fungsional tidak dapat menggantikan obat-obatan yang memiliki resep. Makanan fungsional lebih ditujukan untuk penurunan risiko, perlambatan atau sebagai pencegahan penyakit tertentu bukan untuk mengobati penyakit sedangkan obat lebih ditujukan untuk mengobati penyakit. Makanan fungsional juga dapat dikonsumsi tanpa adanya batasan dosis tertentu tidak seperti obat yang memiliki dosis tertentu untuk dikonsumsi.

Meskipun mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, apakah pangan fungsional dapat berbentuk tablet, kapsul, atau bubuk yang berasal dari senyawa alami?

Tidak. Makanan fungsional tidak dapat berbentuk tablet, kapsul, ataupun bubuk karena salah satu syarat makanan dapat dikatakan pangan fungsional adalah tidak berbentuk tablet, kapsul, dan bubuk melainkan berbentuk produk pangan yang berasal dari bahan alami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s