Report/Review

Review: Mikrobium Manusia dan Metagenom Tempe

Mikrobium manusia

Mikrobium adalah semua mikroba yang berasosiasi dengan dimana mikrobia tersebut hidup. Jadi semua mikroba yang berasosiasi dengan manusia disebut mikrobium manusia begitu pula dengan mikroba yang berasosiasi dengan tanah disebut mikrobium tanah. Tubuh manusia berukuran makroskopik namun, tersusun dari sel mikroskopik, seperti sel darah, sel kulit, sel tulang, sel otak, dan sebagainya. Jumlah sel pada tubuh manusia sangat banyak akan tetapi, hal ini belum termasuk mikrobium pada manusia. Bakteri terdapat dimana-mana baik di kulit, mata, telinga, dan dibagian tubuh lainnya dengan jumlah yang sangat banyak setara dengan 10 x lebih banyak daripada sel manusia (sel manusia= 1013 sel dan sel bakteri= 1014 sel). Artinya, terdapat 1014 mikrobium pada tubuh manusia. Bakteri di setiap bagian tubuh manusia bebeda- beda jenisnya namun, tidak semua bakteri bersifat jahat ada juga yang bermanfaat seperti pada tubuh manusia terdapat 99% bakteri baik.

Bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh manusia akan dihalangi oleh bakteri yang ada di dalam tubuh sehingga umumnya manusia tidak mudah sakit. Manusia dapat sakit tidak hanya disebabkan oleh bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh saja melainkan kondisi tubuh juga turut mempengaruhi seperti menurunnya immune system yang dapat disebabkan oleh kelelahan, aktivitas berlebih, kurang istirahat, serta kurangnya asupan nutrisi yang baik.

Firmicutes merupakan kelompok besar bakteri, contohya Lactobacillus sp. pada Yakult (jenis minuman probiotik). Perubahan komposisi pada mikrobia dapat mengakibatkan perubahan pada mikrobia itu sendiri. Pada bayi yang baru lahir, bayi tersebut masih steril. Namun, setelah beberapa waktu ada kumpulan bakteri (firmicutes) pada si bayi, bakteri yang didapatkan si bayi merupakan bakteri yang berasal dari bakteri vagina dan anus dari si ibu. Hadiah pertama yang didapat oleh si bayi berasal dari kulit si ibu yaitu firmicutes jenis tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh si bayi untuk mencerna ASI. Kemudian, mikrobial pada bayi yang lahir normal berbeda dengan mikrobial bayi yang lahir prematur. Hal ini disebabkan adanya perubahan komposisi pada mikrobial (disbiosis). Contoh disbiosis seperti diare ataupun konstipasi. Anak- anak yang terlalu bersih mengubah komoditas yang dapat mempengaruhi status kesehatan pada si anak. Penggunaan antibiotik berlebih dapat membunuh semua mikrobium- mikrobium termasuk mikrobium yang berdampak positif dan dapat mengundang kehadiran bakteri patogen dan resisten terhadap antibiotik yang digunakan. Jika muncul bakteri patogen yang resisten maka akan semakin sulit dihilangkan. Untuk melihat apakah ada pengaruh mikrobia terhadap kesehatan pada umumnya diuji cobakan pada tikus yang telah di germfree. Germfree animal adalah keadaan steril atau tidak ada satupun mikroorganisme yang hidup pada hewan.

Metagenom tempe

Pada makanan yang kita konsumsi juga mengandung bakteri sekitar 107. Bakteri- bakteri ini juga memberikan kita manfaat, seperti antibodi (imunitas), hormon, memproteksi diri dari infeksi. Pada buah- buahan maupun sayur- sayuran dapat dikatakan mengandung oligosakarida yang mampu meningkatkan jumlah bakteri prebiotik di dalam kolon (usus besar). Probiotik adalah bakteri hidup yang bermanfaat bagi saluran pencernaan sedangkan bakteri prebiotik adalah bakteri mati yang mampu meningkatkan jumlah bakteri probiotik di dalam saluran pencernaan karena bakteri prebiotik merupakan makanan bakteri probiotik dan parabiotik adalah bangkai dari bakteri. Selain sayur dan buah makanan hasil fermentasi juga mampu membantu mikrobium- mikrobium pada tubuh kita, khususnya pada saluran pencernaan.

Tempe merupakan kedelai yang difermentasi oleh Rhizopus oligoporus. Tempe terdiri dari polimikrobial, yaitu terdiri dari banyak bakteri. Kedelai dicerna oleh bakteri dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh bakteri. Tempe merupakan salah satu jenis dari makanan fermentasi. Proses fermentasi adalah proses mentransformasi nutrisi struktur, dan rasa. Oleh sebab itu, tempe mudah dicerna oleh saluran pencernaan manusia. Pada tempe terdapat vitamin B12 yang diproduksi oleh bakteri yang pada umumnya vitamin B12 terdapat pada hati, daging hewan, dan kerang- kerangan. Tempe merupakan sumber vitamin B12 yang baik bagi orang vegetarian selain itu pada tempe juga terdapat 109 bakteri/ 100 g tempe segar. Tempe juga merupakan nature immune modulator/ preprobiotik dan oral vaccine sehingga dapat meningkatkan immune system. Kemudian, konsumsi tempe itu unik karena pada umumnya seseorang mengkonsumsi produk fermentasi kacang kedelai, seperti kecap manis, kecap asin, maupun tauco dalam jumlah terbatas yang disebabkan rasanya yang asin namun, seseorang dapat mengkonsumsi tempe dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan olahan fermentasi kacang kedelai lainnya.

Tempe juga baik untuk orang yang ingin menurunkan berat badan karena untuk mengkonsumsi tempe dibutuhkan banyak energi sehingga energi terkuras dan efeknya mampu menurunkan berat badan. Pada mikrobia yang hidup pada tempe jarang terisolasi karena pada mikrobia yang hidup di tempe sangat banyak. Untuk mengetahui jenis bakteri yang ada pada tempe, cara yang dapat digunakan ialah mengekstrak DNAnya. Jika pada saat mengisolasi mikrobia pada tempe, mikrobia tidak tumbuh maka hal itu disebabkan kondisi yang diciptakan oleh si peneliti tidak tepat untuk mikrobia tersebut. Cara untuk mengidentifikasi mikrobia pada tempe adalah dengan mengekstrak DNAnya kemudian menganalisa sequence DNA dan mengidentifikasinya dengan cara mencocokan sequence DNA pada gene bank. Cara ini tidak merugikan karena tidak memerlukan sel hidup.

Analisa pada tempe dilakukan untuk mengoptimalkan karakteristik tempe, seperti kadar rasa asam maupun vitamin B12 dalam tempe. Rasa asam pada tempe dihasilkan oleh Acetobacter sp. sehingga pH turun dan menimbulkan rasa asam. Pada tempe vitamin B12 dihasilkan oleh Klebsiella sp. Pada pembuatan tempe yang terlalu steril maka bakteri Klebsiella sp.tidak tumbuh pada tempe sehingga tempe yang terlalu steril tidak mengandung vitamin B12 dan immune system. Selain itu, flavor tempe juga dihasilkan oleh bakteri saat proses fermentasi. Analisis pada tempe juga mencangkup cara pembungkusan dari tempe itu sendiri. Tujuan pembungkusan tempe menggunakan daun dan bukannya stainless steel maupun plastik adalah untuk pembentukan flavor dan menjaga kondisi optimum agar mikrobia dalam tempe tetap tumbuh. Pembungkusan juga mempengaruhi mikrobium dalam tempe yaitu mikrobium tempe yang dibungkus daun dan mikrobium yang dibungkus dengan plastik.

Download file: Mikrobium Manusia dan Metagenom Tempe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s