Budaya · FYI

Kebudayaan Minum Teh di Turki

teh-turki-2

Pada abad ke-15 masyarakat Turki mulai mengonsumsi kopi. Kopi menjadi minuman yang sangat populer dan penting pada masa itu. Kemudian, pada abad ke-17 ketika kopi mulai diperkenalkan ke Eropa dan Asia oleh kerajaan Ottoman terjadi pertukaran budaya. Selain kopi mulai masuk ke wilayah Eropa dan Asia, teh mulai masuk juga ke Turki dari China, Mongol, dan Central Asia pada masa tersebut. Kemudian, penanaman teh di Turki dimulai pada tahun 1838 ketika Turki memperoleh bibit teh dari Jepang. Namun, karena adanya perbedaan kondisi geografi maka penanaman teh gagal. Selama periode tersebut, master teh dari Jepang berkunjung ke Turki dan menyajikan teh ke Sultan Suleiman. Hal tersebut memberikan dampak yang cukup besar yakni mulai terjadi peralihan pada sebagian masyarakat Turki yang tadinya memiliki kebiasaan mengkosumsi kopi mulai beralih menjadi mengkonsumsi teh.

teh-turki-3

Sejarah singkat industri teh di Turki

teh-turki

Hingga abad ke-17, kopi masih menjadi minuman utama dan favorit di Turki. Kemudian, terjadi pertukaran budaya antara Turki dengan wilayah Asia dan Eropa. Pada tahun 1838 Turki membawa bibit teh dari Jepang namun, karena kondisi geografi yang tidak sesuai maka penanaman teh di Turki gagal. Selanjutnya, pada tahun 1917 tanaman teh dibawa dari Georgia ke Turki dan pada tahun 1924 Turki berhasil menanam teh dan pada tahun 1938 Turki memproduksi 138 kg teh. Pada tahun 1947, pabrik teh mulai berdiri di Turki dan dikarenakan adanya masalah ekonomi menyebabkan terjadinya peralihan dari konsumsi kopi ke teh.

Budaya minum teh di Turki

tea-house

Para pria yang ingin mengonsumsi teh akan duduk di Tea House sedangkan para wanita duduk di Cake House. Para wanita tidak diizinkan duduk di Tea House karena di Tea House tempat para pria membicarakan negosiasi bisnis. Para wanita yang duduk di Cake House dapat memilih bridegroom (tempat dimana wanita akan duduk) berdasarkan kualitas teh yang dibawa, kemampuan memasak, maupun berbicara dengan bahasa asing. Hal ini bertujuan untuk mengelompokkan para wanita berdasarkan kemampuan/ pemikiran yang ingin disampaikan/ dibicarakan sehingga tidak terjadi miscomunication.

Referensi

Yoshibumi. Tanpa tahun. History of Turkish tea drinking habits. Turkish Embassy No.2-33-6. Hal. 22-25. Tokyo, Japan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s