Budaya · FYI

Lemang, Makanan Khas Melayu (2)

Pada 1500 tahun yang lalu Melayu melakukan penyebaran dari Asia Selatan ke berbagai daerah, seperti Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Seiring dengan perpindahan Melayu ke berbagai daerah tersebut terjadi penyebaran budaya serta makanan khasnya. Salah satu makanan khas Melayu adalah lemang. Lemang merupakan makanan ketan dicampur santan yang dibakar dalam bambu. Kata ‘lemang’ sendiri memiliki arti kata bambu yakni makanan yang dimasak dalam bambu. Di beberapa daerah terdapat sebutan lain untuk lemang adalah lamang yang dipergunakan orang Minang dan lomang yang dipergunakan orang Batak.

Lemang memiliki cita rasa yang gurih serta mengenyangkan dan dapat memberikan energi untuk beraktivitas karena ketan yang terkandung dalam lemang mengandung karbohidrat. Selain karbohidrat, lemang juga mengandung protein yang berasal dari ketan dan santan yang sangat berguna dalam pembentukan struktur jaringan ditubuh. Jadi dengan mengonsumsi lemang selain mengenyangkan juga memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.

Pembuatan lemang sendiri diawali dengan mencuci dan merendam beras ketan putih atau hitam. Kemudian, mempersiapkan santan dan bambu yang akan digunakan. Bambu yang digunakan tidak boleh terlalu tipis namun, juga tidak boleh terlalu tebal. Jika terlalu tipis maka bambu dapat retak karena panasnya api. Akan tetapi, jika bambu yang digunakan terlalu tebal maka lemang akan sulit matang. Selanjutnya, bambu akan dilapisi oleh dua lembar daun pisang, yaitu satu lembar daun pisang tua dan satu lembar daun pisang muda. Daun pisang tua akan langsung bersentuhan dengan sisi dalam bambu sedangkan daun pisang muda akan langsung bersentuhan dengan ketan dan santan. Kemudian, beras ketan dan santan dimasukkan ke dalam bambu yang beralaskan daun pisang dan dibakar selama ±1-2 jam.  Pada saat pembakaran lemang, bambu perlu diputar secara berkala agar panas dari api merata ke seluruh bagian lemang. Setelah lemang matang, lemang dipotong-potong untuk mempermudah dalam memakannya.

img_5850

Lemang pada umumnya dimakan pada hari- hari besar, seperti pada bulan puasa dan Idul fitri, pernikahan, upacara adat, dan sebagainya. Selain pada hari- hari besar lemang juga dikonsumsi sebagai ucapan terima kasih, seperti pada saat upacara kematian dan upacara nulak padang balik. Pada upacara kematian, lemang disajikan sebagai ucapan terima kasih dari pihak yang berduka kepada pihak pelayat karena sudah mau hadir dan mendoakan. Kemudian, pada upacara nulak padang balik lemang disajikan sebagai ucapan terima kasih keluarga bayi kepada dukun beranak karena telah membantu proses persalinan. Lemang dapat dikonsumsi sebagai camilan dan makanan utama. Di beberapa daerah lemang dikonsumsi sebagai camilan umumnya didampingi dengan tapai ketan, gula merah dan kelapa parut, ataupun lemang yang diisi pisang. Lemang yang dikonsumsi sebagai makanan utama biasanya didampingi dengan lauk pauk.

Pada saat ini, lemang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah dan dapat dikonsumsi kapan saja tanpa harus menunggu hari besar tiba. Lemang sendiri saat ini sudah mulai dikembangkan agar mudah diperoleh dan tidak butuh waktu lama dalam memasaknya, yaitu lemang instan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s