Budaya

Upacara Nulak Padang Balik Oleh Masyarakat Orang Batin Provinsi Jambi

Filosofi nama upacara

Menurut masyarakat suku Batin khususnya di Serampas, nulak memiliki arti menolak sedangkan padang berarti ilalang dan balik berarti kembali. Oleh sebab itu, nulak padang balik memiliki arti menolak ilalang yang sudah rebah kembali berdiri. Maksudnya, ibu yang baru saja selesai melahirkan dalam posisi berbaring sudah bebas dan dapat berdiri kembali dalam posisi semula berkat bantuan seorang dukun beranak[1], serta sang dukun beranak sudah dapat kembali ke rumahnya karena tugasnya telah selesai.

Tujuan upacara

Tujuan dari Upacara Nulak Padang Balik adalah sebagai ungkapan terima kasih kepada dukun beranak yang telah membantu dalam proses bersalin serta sebagai ungkapan maaf dari sang ayah kepada dukun beranak karena telah memberikan waktunya untuk membantu proses bersalin. Selain itu, maksud lain dari upacara ini adalah permohonan keluarga sang bayi agar dukun beranak dapat membantu dan memberikan petunjuk dalam merawat bayi selama minimum satu bulan.

Waktu penyelenggaraan upacara

Upacara Nulak Padang Balik diadakan setelah sang bayi berumur satu minggu pada malam hari sesudah sembahyang magrib sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat (±3 jam). Pemilihan waktu ini disebabkan setelah waktu sembahyang magrib warga setempat sedang beristirahat setelah seharian bekerja di ladang/ kebun.

Tahapan upacara

Terdapat tujuh tahapan dalam Upacara Nulak Padang Balik. Pertama, pihak keluarga sang bayi mempersiapkan tempat serta makanan dan minuman untuk acara (biasanya berlangsung ±5 jam). Setiap tamu nantinya akan memperoleh dua piring yang berisi nasi dan gulai. Kedua, keluarga sang bayi khususnya si ayah mengundang warga desa untuk hadir dalam upacara. Warga desa yang diundang berkisar ± 30-40 orang. Ketiga, sang ayah memberikan ucapan pidato pembuka acara yang berisi maksud dan tujuan upacara. Kemudian, melakukan tahlil dan membaca doa bersama. Selanjutnya, warga desa makan bersama hidangan yang disajikan. Berikutnya, dukun beranak memeriksa sang ibu yang telah selesai melahirkan. Terakhir, sang ayah mengantarkan sang dukun beranak ke rumahnya dengan menghantarkan nasi lengkap beserta lauk-pauknya.

Persiapan dan pelengkapan upacara

Keluarga sang bayi dalam mengadakan Upacara Nulak Padang Balik selain mempersiapkan tempat diadakannya upacara yang perlu dipersiapkan lainnya adalah makanan dan minuman yang akan disajikan. Dalam persiapan makanan dan minuman yang akan disajikan keluarga sang bayi perlu mempersiapkan beras, ayam (min. 5 ekor), nangka (campuran gulai), terong, pepaya muda, dan kelapa. Makanan yang disajikan umumnya adalah nasi dan gulai. Apabila keluarga sang bayi tergolong mampu maka disajikan pula lemang dan wajik sebagai tambahan hidangan.

[1] Dukun beranak adalah seseorang yang membantu dalam proses bersalin/ kelahiran bayi. Umumnya, dukun beranak berjenis kelamin perempuan.

Referensi

Kahar, T. (1985). Upacara Tradisional Daerah Jambi. (A. Yunus & S. D. Kusumah, Ed.). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan daerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s